Tips Membangun Akademi Bisnis yang Berpotensi Besar
Banyak orang yang sudah expert dalam menjalankan bisnis namun mereka tidak memikirkan peluang untuk ekosistem bisnis di Indonesia bisa berjalan baik. Sedangkan itu jumlah pebisnis pemula juga ada banyak dan mereka semua butuh pelatihan intensif dari bisnis yang mereka jalankan.
Bagaimana jika ada akademi bisnis yang menjadi tempat pebisnis pemula belajar menjadi seorang yang sukses kedepannya? Di era ini pelatihan bisnis atau akademi UMKM ada pada binaan beberapa company top-tier seperti beberapa Bank terkemuka, Jasa Marga atau BUMN lainnya.
Namun, akademi bisnis secara swasta juga bisa dipertimbangkan karena kamu bisa memulainya dari awal sampai tumbuh besar. Lalu, apa saja tips membangun akademi bisnis yang bagus untuk banyak ekosistem berbisnis? Simak pada artikel ini.
Tanyakan Tujuan Akademi Bisnis yang Dibuat
Di jaman sekarang ini ada banyak macam bisnis mulai dari yang online dan offline, sedangkan keduanya juga masih bisa diturunkan menjadi banyak jenis seperti bisnis offline cafe, bisnis offline produk herbal, bisnis online produk digital, sampai pada bisnis online startup IT dan masih banyak lainnya. Maka dari itu jika kamu mau bangun akademi bisnis digital, sesuaikan dengan kredibilitasmu dan petakan tujuanmu dengan jelas.
Untuk membangun akademi bisnis tujuan dapat dibagi menjadi dua yaitu short-term dan long-term. Short-term ada pada kegiatan sehari-hari akademi bisnis yang dijalankan serta long-term merupakan tujuan untuk masa kedepannya.
Apabila kamu membangun untuk bisnis online pastikan kamu menyediakan source dari tujuanmu sebagai tools dan pelajari perkembangan terbaru dunia bisnis online. Sedangkan untuk akademi bisnis offline kamu bisa mulai dengan memperkuat jejaring dan presencesmu pada beberapa dukungan yang bisa berdampak.
1. Cari Pendanaan Awal untuk Akademi Bisnismu
Pendanaan awal adalah hal paling krusial, karena ekosistem akademi bisnis akan berjalan dari sini. Pendanaan awal dapat kamu peroleh dari berbagai macam metode seperti aset individual yang kamu punya, dari tabungan, saham, hasil bertrading atau menjual aset tetap atau aset tidak berwujud. Selain itu kamu bisa mendapat bantuan pendanaan dari keluarga terdekat atau teman yang tertarik dan bersedia membangun bisnis ini bersama-sama.
Maka kamu harus memperkuat hubungan sosial dengan sesama kalangan yang juga berkredibelitas sesuai, karena ini adalah rute terbaik ketika ingin berbisnis dengan mereka.
2. Mulai dengan Mencari Susunan Tim
Setelah kamu sudah punya tujuan dan modal kolega yang bisa diandalkan, maka mulailah dengan membuat susunan tim. Kamu bisa memulai dengan tim inti seperti pihak marketing, pihak creative, pihak IT, pihak finansial, sampai dengan jajaran tertinggi seperti penanggung jawab atau founder. Karena kamu baru memulainya, maka akademi bisnismu butuh beberapa tim yang berasal dari beberapa kalangan terdekatmu.
Apabila memang kamu memiliki kolega dalam jumlah sedikit, maka gunakan aplikasi sourcing seperti LinkedIn untuk membantumu mendapatkan orang di posisi yang tepat. Untuk memulainya pastikan kamu punya presentasi kecil-kecilan mengenai proposal akademi bisnismu ke beberapa orang tersebut. Bicarakan juga tentang sistem yang kamu jalankan dan sesuaikan dengan offering masing-masing.
3. Buat Atribut Pendukung Akademi Bisnis
Apabila tim sudah terbentuk, mulailah buat atribut pendukung akademimu lewat bantuan tim creative dan marketing yang kamu punya. Atribut pendukung ini meliputi logo, website company profile, sampai dengan atribut untuk social media seperti konseptual konten dan masih banyak lagi.
Atribut pendukung akademi bisnis adalah tahap pertama dari bisnismu mulai berjalan, maka dari itu pastikan kamu merencanakan long-term business sustainable nya. Seperti apa KPI mu untuk 3 bulan pertama sampai dengan bertahun-tahun.
4. Urus Perizinan untuk Akademi Bisnis Online
Perizinan ini diperlukan agar akademi bisnismu legal secara hukum Indonesia dan mendapat proteksi dari pusat. Urus perizinan maka kamu harus mendaftarkan lewat lembaga OSS (online single submission) untuk mendapat NIB dengan isi KBLI (klasifikasi baku lapangan usaha indonesia) yang sesuai.
Baru kemudian bisa mendapatkan LKP (lembaga kursus dan pelatihan) pada DPMPTSP (dinas penanaman modal dan layanan terpadu satu pintu) dengan persetujuan Disnaker. Diwajibkan buat kamu mengetahui bentuk perusahaanmu seperti PT atau yayasan serta melengkapi akta pendirian usaha dari notaris dan NPWP perusahaanmu.
5. Buat Program Pertama Akademi Bisnismu
Ketika kamu sudah memiliki semua komponen penting pada akademi bisnis dan sudah berjalan paling tidak selama 3-4 bulan dengan menggencarkan branding secara online presences, maka langkah selanjutnya yang merupakan awal target dan pencapaianmu adalah dengan membuat program.
Sesuaikan programmu dengan tujuan long-term yang sudah kamu rencanakan, misalnya jika kamu hanya ingin menambah jumlah followers maka bisa dengan melakukan online webinar. Jika kamu ingin program yang lebih berdampak maka bisa rancangkan kampanye akademi bisnis online pertamamu.
Sekian tips membangun akademi bisnis yang dilakukan dari dasar sampai kepada menjalankan program pertama. Semoga membantu kamu mulai dengan tahap yang kecil kemudian bisa berdampak besar untuk sekitar.




